close

Tristan da Cunha, Pulau Terpencil Dunia Di Tengah Atlantik

tristan da cunha

Tristan da Cunha adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di tengah-tengah Samudra Atlantik. Jaraknya 2816 km dari daratan terdekat yakni Afrika Selatan dan 3360 km dari Amerika Selatan.

Hunian utama di pulau tersebut, Edinburgh of Seven Seas, lebih di kenal sebagai tempat hidup paling terpencil di dunia. Jaraknya sekitar 2400 km dari lokasi hunian manusia terdekat, yakni Pulau Saint Helena.

Sumber gambar utama: theplate.nationalgeographic.com

Pulau ini bentuknya kurang lebih bulat dengan diameter rata-rata sekitar 11 km dan total area 98 km persegi dan sebagian besar memiliki daerah pegunungan. Satu-satunya daerah datar adalah ibukotanya, yakni Edinburgh of Seven Seas di pantai barat laut.

tristan da cunha - gambar 1

Sumber: Chris&Steve (Flickr)

tristan da cunha - gambar 2

Sumber: Savista Magazine (Flickr)

Ada sebuah gunung berapi bernama Puncak Queen Mary, yang pernah meletus pada tahun 1961 dan memaksa hampir seluruh populasi pulau tersebut untuk meninggalkan tempat itu dan pindah ke Inggris. Penduduknya kemudian memutuskan untuk mudik di tahun 1963 dan membangun kembali hunian mereka di sana.

Di pusat gunung berapi tersebut terdapat banyak lembah-lembah sempit nan curam yang tertutup salju di musim dingin. Selama musim hujan lembah-lembah ini menjadi penyalur berbagai macam bahan mineral dari atas gunung menuju ke permukaan tanah.

Nantinya bahan-bahan mineral ini akan membentuk lahan hijau yang memungkinkan penduduk pulau untuk menanam sayuran.

Lokasi yang jauh dari pulau-pulau di sekitarnya membuat transportasi keluar sangat sulit. Di sini tidak ada bandara, sehingga akses keluar masuk Pulau Tristan da Cunha hanya dapat di tempuh melalui jalur laut.

Meski begitu, kapal-kapal nelayan dari Afrika Selatan secara rutin mengunjungi pulau tersebut untuk memberi layanan sosial. Ada juga RMS Saint Helena yang mengunjungi pulau ini sekali dalam setahun, tepatnya pada bulan Februari saat melakoni rute Cape Town menuju Saint Helena.

Sejarah penemuan pulau Tristan da Cunha

Pulau tersebut pertama kali di temukan pada tahun 1506 oleh seorang Penjelajah Portugis bernama Tristao da Cunha, namun akibat ganasnya perairan ia tidak bisa mendarat.

Ia kemudian menamai pulau tersebut dengan namanya sendiri, Tristao da Cunha, yang kemudian di bahasainggriskan menjadi Tristan. Butuh Waktu 140 tahun kemudian sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di pulau tersebut.

tristan da cunha - gambar 3

Sumber: Pauline and John Grimshaw (Flickr)

tristan da cunha - gambar 4

Sumber: Captain Martini (Flickr)

Sejarah mencatat, pendaratan pertama di Pulau Tristan terjadi pada tahun 1643 oleh awak kapal Heemstede. Lalu 120 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1767, kapal fregat Perancis bernama L’Heure du Berger menyurvei pulau tersebut dan kemudian melaporkan temuannya ke Eropa di tahun 1781.

30 tahun kemudian, barulah pulau tersebut di huni secara permanen. Nama penghuninya adalah Jonathan Lambert, yang rela berlayar jauh-jauh dari Salem, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia kemudian menyatakan pulau tersebut sebagai milik pribadi dan menjulukinya sebagai Island of Refreshment.

Kekuasaan Lambert di pulau terdebut hanya berdurasi singkat, karena ia meninggal dalam kecelakaan perahu dua tahun berselang, atau tepatnya di tahun 1812.

tristan da cunha - gambar 5

Sumber: Maurits Heech (Flickr)

tristan da cunha - gambar 6

Sumber: Lucsaflex (Flickr)

Sekarang pulau tersebut memiliki populasi sekitar 264 orang. Di tahun 2007 tercatat hanya ada 8 nama keluarga yang tersebar di antara para penduduk. Populasi saat ini di sebut-sebut merupakan keturunan dari 15 orang saja, 8 laki-laki dan 7 perempuan.

Masing-masing keluarga tiba di pulau tersebut antara tahun 1816 dan 1908. Setiap penduduk berprofesi sebagai petani dan memiliki persediaan makanan mereka sendiri.

Tidak ada yang boleh memiliki properti pribadi di pulau ini. Semua aset adalah milik bersama. Bahkan mereka memiliki sistem untuk mencegah salah satu keluarga mendapatkan kekayaan yang lebih daripada yang lain.

Hunian di Edinburgh memiliki kualitas udara yang sangat baik. Meskipun terpencil, pulau ini ternyata sudah di lengkapi dengan segala kenyamanan modern termasuk saluran air listrik dan sanitasi.

Mereka menggratiskan pelayanan kesehatan, namun hanya memiliki satu dokter jaga dan lima orang perawat yang di datangkan dari Afrika Selatan.

Di sana juga terdapat sebuah museum kecil yang menarik, satu unit sekolah, sebuah toko kerajinan, kolam renang dan stasiun radio. Di samping pasar tradisional, ada juga sebuah supermarket besar.

Sumber: Amusingplanet.com