close

Pulau Pheasant, Daratan Yang Berganti Kedaulatan Setiap Enam Bulan

pulau pheasant

Kurang dari enam kilometer sebelum sungai Bidasoa yang terletak di perbatasan Prancis dan Spanyol, bermuara ke Samudera Atlantik, terdapat sebuah pulau sungai kecil yang di namai Pheasant Island (Isla de los Faisanes dalam Bahasa Spanyol, Île des Faisans dalam Bahasa Prancis, dan Pulau Burung Pegar dalam Bahasa Indonesia).

Perjanjian antara Prancis dan Spanyol

Pulau mungil ini adalah saksi bisu penandatanganan Traktat Pirenia (Pyrenees) antara Prancis dan Spanyol. Di tandatanganinya traktat tersebut mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun antara kekuatan-kekuatan Katolik dan Protestan di Eropa.

pulau pheasant - gambar 1

Sumber: Eugenio Perez (Panoramio)

Berdasarkan Traktat ini, Spanyol dan Prancis setuju untuk berbagi daerah perbatasan baru berdasarkan kondisi alam yang membentang di antara wilayah kedua negaranya.

Garis perbatasan kemudian di tarik dari sekitar pegunungan Pirenia (Pyrenee) hingga menuju sungai Bidasoa dan Teluk Biscaye di Samudera Atlantik. Seperti lazimnya perbatasan negara-negara yang mengikuti aliran sungai, zona kedaulatan masing-masing negara di batasi tepat di tengah-tengah mulut sungai.

Idealnya berdasarkan kebiasaan ini, Pulau Pheasant yang terletak di tengah-tengah Sungai Bidasoa akan di belah menjadi dua bagian yang mana Prancis dan Spanyol mengontrol bagian mereka masing-masing.

Akan tetapi, Traktat Pirenia malah mengatur pulau tersebut sebagai kondominium.

pulau pheasant - gambar 4
pulau pheasant - gambar 2

Sumber: Eugenio Perez (Panoramio)

Kondominium (berbeda dengan kondominium tempat tinggal) adalah sebuah teritori di mana beberapa negara menjalankan kekuasaannya secara setara dan berdaulat, tanpa di serahkan ke negara tertentu.

Benua kutub Antartika adalah contoh penerapan kondominium yang paling fenomenal. Sepanjang sejarah, terutama sejarah Eropa, ada beberapa titik kondominium namun statusnya tidak berlangsung lama.

Keberhasilan pengaturan wilayah semacam ini memerlukan kerjasama dari semua pihak yang terlibat, yang pastinya sulit untuk di pertahankan dalam kurun waktu yang lama. Jika kesepahaman di antara pihak-pihak yang terlibat gagal tercapai, maka wilayah kondominium pasti akan di rebut oleh salah satu pihak.

Pergantian kedaulatan setiap beberapa bulan

Pulau Pheasant bukan hanya menjadi salah satu kondominium tertua sepanjang sejarah, namun juga menjadi satu-satunya wilayah di mana kedaulatan negara yang terlibat tidak di bagi secara bersamaan, tetapi secara bergantian.

Setiap enam bulan sekali, Pheasant Island akan di kuasai oleh Prancis, dan begitupun sebaliknya. Koran New York Times menjuluki aturan tersebut layaknya “pertandingan pingpong antara Prancis vs Spanyol dalam tempo yang sangat sangat lamban.”

Sebelum era Perang Tiga Puluh Tahun dan penandatanganan Pakta Pirenia, status Pulau Pheasant masih belum teridentifikasi. Karena lokasinya yang di anggap netral, pulau mungil ini sering di jadikan sebagai tempat pertemuan oleh para bangsawan Prancis dan Spanyol, dan sebagai tempat untuk menukar tahanan.

pulau pheasant - gambar 3

Sumber: Armada.mde.es

Karenanya, pulau ini juga menjadi saksi bisu dari beragam peristiwa sejarah penting. Misalnya, ketika Raja Prancis Louis XIII bertemu dengan permaisuri Spanyol-nya, Ana dari Austria.

Di waktu yang bersamaan, saudara Ana, Philip IV dari Spanyol, yang saat itu berstatus sebagai putra mahkota, menikahi saudari Louis XIII, Elisabeth dari Prancis.

Bertahun-tahun kemudian, tempat ini sering di manfaatkan untuk menikahkan bangsawan Prancis dan Spanyol. Putra Louis XIII, Louis XIV bertemu dengan calon istrinya, Maria Theresa dari Spanyol. Kemudian, Charles II dari Spanyol mengikat tali pernikahan dengan Putri Marie Louise d’Orleans di sini.

Raja Prancis selanjutnya, Louis XV, sempat ingin menikahi Putri Mariana Victoria dari Spanyol di Pulau Pheasant, namun gagal.

Kini, pulau tersebut resmi di tutup untuk umum. Meski demikian, wisatawan masih bisa melihat dari dekat karena jarak antara tepi sungai Bidasoa dan Pulau Pheasant yang relatif pendek. Jaraknya hanya sekitar 30 meter dari tepi perbatasan Spanyol, dan 50 meter dari tepi perbatasan Prancis di komuni Hendaye.

Setiap enam bulan sekali, pejabat dan prajurit dari Spanyol dan Prancis akan bertemu di atas pulau tersebut untuk melangsungkan upacara serah terima kekuasaan. Jika acara sudah selesai, maka penerima kekuasaan akan bertanggungjawab untuk mengendalikan pulau tersebut selama enam bulan ke depan.

Sumber gambar utama: Zarateman (Wikimedia)