close

Menengok Jal Mahal Di India, Istana Air Klasik Tengah Danau

jal mahal di india

Kami ajak Anda berkunjung ke kota Jaipur, kota yang di kenal dengan sebutan “pink city” oleh para petualang dari seluruh dunia.

Di negara bagian Rajashtan India ini, terdapat sebuah danau buatan yang luasnya membentang cukup lebar. Nah, di tengah-tengahnya, terdapat sebuah istana marmer bernama Jal Mahal, atau yang secara harfiah berarti “Istana Air.”

Sumber gambar utama: Jaipurcityblog.com

Tidak banyak yang tahu soal sejarahnya, selain dari fakta bahwa tempat tersebut dulunya di bangun pada masa pemerintahan Maharaja Madho Singh pada abad ke 18. Tanggal pastinya juga tidak di ketahui secara pasti.

Tempat peristirahatan sang Maharaja

Jal Mahal konon sering di gunakan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu senggang bagi sang Maharaja. Danaunya sendiri di gunakan sebagai arena berburu angsa.

jal mahal di india - gambar 3

Sumber: Barry & PK (Flickr)

Kemudian pada masa pemerintahan keturunannya, Madho Singh II, istana ini kemudian di perluas dengan menambah satu buah halaman. Namun, cerita kemahsyurannya hanya terhenti sampai di situ. Karena dua abad kemudian, istana tersebut sama sekali tidak terpakai dan tidak di perhatikan.

Barulah pada awal tahun 2000-an, ada upaya dari pihak setempat untuk merenovasi tempat tersebut supaya terlihat lebih layak.

Jal Mahal adalah karya arsitektur yang membuat banyak orang penasaran. Bangunan ini tidak bisa serta-merta di sebut sebagai istana, karena tidak memiliki ruangan kamar untuk di tinggali. Hanya ada taman berteras yang kerap di unakan oleh Maharaja untuk berjalan-jalan santai.

Istana ini sebenarnya memiliki tinggi lima lantai, namun hanya satu lantai teratas yang berada di atas permukaan air. Sisanya tenggelam di bawah danau, terutama saat musim hujan.

Jal Mahal menggabungkan beberapa gaya arsitektur sekaligus, seperti Rajput dan Mughal. Keduanya lazim di jumpai di seputaran wilayah Rajashtan. Arsitektur Rajput banyak terinspirasi dari gaya Hindu tradisional, serupa candi-candi di Indonesia, sementara arsitektur Mughal terinspirasi dari gaya Muslim Arab dan Persia.

Jika Anda berkunjung ke Jal Mahal, kesan keduanya akan langsung dapat di rasakan. Lorong dan balai besar di lantai pertama banyak di hiasi dengan lukisan indah. Di teras istana, ada sebuah taman yang jalur lintasannya di percantik dengan pahatan.

Di setiap sudut bangunan terdapat menara setengah oktagonal dengan kubah elegan. Lalu di tengah-tengah teras, ada sebuah paviliun bergaya Bengal berbentuk persegi panjang yang di namai “Chhatri”.

jal mahal di india - gambar 4

Sumber: Russ Bowling (Flickr)

jal mahal di india - gambar 5

Sumber: Jal Tarang

Danaunya sendiri merupakan waduk buatan dan di namai Man Sagar. Jal Mahal berdiri tepat di tengah-tengahnya. Konstruksinya di kerjakan oleh Raja Man Singh di tahun 1610.

Beliau kemudian di angkat sebagai penguasa atas kota Amer (Amber), dan memerintahkan pembangunan danau tersebut untuk mencegah kelaparan dan kekurangan air yang menghantui daerahnya pada akhir abad sebelumnya.

Raja Man Singh memerintahkan agar sebuah bendungan di buat di sekitar sungai Dharbawati, beserta sebuah waduk, yakni Danau Man Sagar. Danau tersebut menjadi sumber air minum bagi warga di sekitar Amer dan banyak di andalkan sebagai saluran irigasi. Man Sagar juga banyak di huni oleh berbagai spesies burung.

Namun pada abad ke 20, danau tersebut malah di jadikan tempat pembuangan limbah oleh banyak pengusaha. Mereka membuang berbagai bahan baku industri yang tidak terpakai, limbah yang belum di olah, serta limbah industri lainnya secara serampangan.

jal mahal di india - gambar 2

Sumber: Chris JL (Flickr)

Karena airnya yang kotor dan bau, banyak pengunjung yang enggan berkunjung ke monumen khas tersebut.

Restorasi danau dan istana

Tahun 2004, sebuah perusahaan swasta mengambilalih hak atas seluruh area Man Sagar dan istana Jal Mahal untuk di jadikan sebuah resor dan destinasi atau daerah tujuan wisata.

jal mahal di india - gambar 1

Sumber: Russ Bowling (Flickr)

Hasilnya berangsur membaik. Sejak satu dasawarsa terakhir, perusahaan tersebut telah banyak berkontribusi untuk membersihkan danau dan merestorasi bangunan Jal Mahal. Kondisi ekosistem Man Sagar pun mulai kembali seperti sedia kala, di mana banyak spesies burung yang mulai kembali berdatangan.

Meskipun demikian, keberadaan Jal Mahal di India masih belum di buka untuk umum, meskipun wisatawan sudah di perkenankan untuk mendekati istana tersebut dengan menggunakan perahu.