close

Berburu Sarang Walet di Gua Gomantong Malaysia

gua gomantong

Jauh ke dalam hutan hujan tropis di Malaysia, terdapat sebuah lubang atau retakan besar yang terdiri dari bongkahan bebatuan kapur. Lubang ini mengarah ke sebuah gua bernama Gomantong yang cukup sulit untuk di telusuri.

Ketika memasukinya, Anda akan merasa mual karena percampuran dari berbagai aroma yang terlalu menyengat. Seperti yang bisa di lihat, langit-langit gua ini di penuhi oleh jutaan kelelawar yang menggelayat setiap siangnya.

Sedangkan dinding guanya sendiri di penuhi oleh “fosil” berbagai macam hewan yang umumnya di benci oleh manusia, seperti kecoa, tikus, kumbang dan serangga-serangga aneh lainnya.

gua gomantong - gambar 6

Sumber: Aber TREC (Flickr)

gua gomantong - gambar 7

Sumber: Col Ford and Natasha de Vere (Flickr)

Ada juga bangkai burung walet yang terjatuh dari sarangnya. Selain itu, di gua ini banyak di temui spesies ular yang mendapatkan makanannya dengan berburu tikus dan kecoa.

Udara di dalam gua pun terasa sangat tajam karena tingginya kandungan amonia akibat kotoran burung yang berjatuhan. Volume kotoran (guano) yang jatuh di lantai gua di perkirakan sudah mencapai ketinggian 3 meter.

Oleh karenanya, pengelola menyediakan trotoar kayu untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung yang hendak mengeksplorasi tempat ini. Trotoar tersebut sudah di rancang untuk melewati jalur-jalur yang tidak terkotori oleh hewan-hewan yang biasa hinggap di langit gua.

Gua Gomantong terletak di kawasan taman hutan lindung milik Departemen Kehutanan Sabah dan merupakan gua terbesar yang terletak di negara bagian Sabah Malaysia.

Sarang burung walet

Gua ini juga cukup terkenal karena menjadi tempat paling menguntungkan untuk berburu sarang walet yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Masyarakat sudah berburu sarang burung tersebut sejak ratusan tahun silam dan lazim menghidangkannya sebagai sup.

Burung walet membangun sarang dengan mengandalkan benang air liur. Air liur ini akan segera mengeras jika terkena udara.

gua gomantong - sarang burung walet
gua gomantong - gambar 1

Sumber: Marcel Holyoak (Flickr)

gua gomantong - gambar 2

Sumber: Marcel Holyoak (Flickr)

Sup sarang walet adalah salah satu menu makanan mewah yang banyak di konsumsi oleh kaum Tionghoa, karena tingkat kelangkaannya. Mereka menganggap sarang walet memiliki manfaat kesehatan yang banyak dan kandungan gizi yang tinggi.

Secara alamiah, sarang burung walet terdiri dari materi-materi tertentu seperti bulu dan ranting, yang lebih di kenal sebagai sarang walet hitam. Baik yang putih maupun hitam, sudah umum untuk di perjualbelikan. Namun, sarang burung walet putih memiliki harga jual yang lebih mahal karena kandungannya yang lebih murni.

Perburuannya pun kini di atur oleh pemerintah untuk mencegah eksploitasi berlebihan.

Pemerintah memberi lisensi bagi para warga yang hendak berburu di Gua Gomantong dan gua-gua lainnya, kemudian mengatur jadwal perburuannya.

Dua kali setahun, tepatnya pada rentang Februari hingga April dan Juli hingga September, para pemburu yang sudah mengantongi izin akan memanjat langit-langit gua dan mengumpulkan sarang walet dengan bermodalkan tangga rotan, tali dan bambu.

gua gomantong - gambar 3

Sumber: Francesco Veronesi (Flickr)

gua gomantong - gambar 4

Sumber: Incrediblebirds.com

Musim perburuan perdana berlangsung pada awal musim kawin. Pemburu akan berusaha menjatuhkan banyak sarang sebelum burung ini bertelur.

Burung tersebut akan terpaksa membuat sarang baru di mana telur-telurnya akan di tetaskan. Setelah telur menetas dan anak-anak walet pergi meninggalkan sarang, barulah musim perburuan kedua di mulai.

Sebagian besar sarang walet yang sudah di sortir akan di kirim ke Hong Kong. Di sana, sarang tersebut akan di olah menjadi sup, minuman dan obat-obatan tradisional. Yang menarik adalah, Amerika Serikat ternyata tercatat sebagai importir terbesar kedua yang banyak di dapatkan dari Asia Tenggara.

Sumber gambar utama: Aber TREC (Flickr)