close

Frying Pan Lake, Mata Air Panas Terbesar Di Dunia

frying pan lake

Frying Pan Lake (secara harfiah: Danau Penggorengan) adalah salah satu sumber air panas terbesar di dunia.

Banyak pihak yang mengganggap danau ini lebih tersohor daripada mata air panas lain yang tersebar di berbagai belahan dunia, seperti Boiling Lake (Danau Mendidih) di Republik Dominika, Antilles Kecil, Glenwood Springs di Colorado, serta Grand Prismatic Spring di Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat.

Tidak bisa di sangkal bahwa danau ini memiliki suhu yang teramat panas, seperti julukan yang di sematkan kepadanya.

frying pan lake - gambar 1

Sumber: Vašek Vinklát (Flickr)

Lokasi dan struktur danau

Danau Frying Pan terletak di Lembah Celah Vulkanis Waimangu di Roturoa, Selandia Baru. Lembah Waimangu sendiri di sebut-sebut sebagai sistem geothermal termuda di dunia.

Wilayahnya terbentang hingga seluas 38.000 meter persegi dan merupakan salah satu bagian dari danau vulkanik yang memiliki dasar berkedalaman 6 meter dan ventilasi 20 meter.

Danau ini di aliri oleh beberapa mata air panas asam sehingga terus-menerus mengeluarkan suhu panas antara 45 hingga 55 derajat Celsius. Jadi, jangan coba-coba untuk merendam kaki Anda ke permukaannya.

Keberadaan danau ini di mulai ketika Gunung Tarawera meletus di tahun 1886, tiga tahun setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau di Selat Sunda.

frying pan lake - gambar 2

Sumber: Kesara Rathnayake (Flickr)

Letusan Tarawera sendiri tercatat sebagai erupsi vulkanik terparah sepanjang sejarah Selandia Baru dan mengakibatkan banyak kerusakan serta ratusan orang tewas. Dampak dari letusan tersebut mengakibatkan munculnya sebuah kawah besar yang kemudian di isi oleh mata air panas asam.

130 tahun berselang, pemerintah Selandia Baru kemudian mempromosikannya sebagai tujuan wisata dan memberinya nama The Frying Pan Lake.

Layaknya wajan yang di panaskan di atas kompor menyala, Danau ini terus-menerus mendidih dan tidak pernah berhenti mengeluarkan uap dan beragam jenis gas. Keluaran zat gas tersebut di akibatkan oleh tenaga magma yang berada dekat lantai dasar kawah Lembah Waimangu.

Selain menyemburkan gas berupa karbon dioksida dan hidrogen sulfida, danau ini juga terus menerus mengeluarkan cerobong asap di salah satu pinggirannya.

frying pan lake - gambar 3

Sumber: Pseudopanax (Wikimedia)

Air di Danau Frying Pan memiliki tingkat keasaman rata-rata 3,5 PH. Dapat di simpulkan bahwa airnya sangat asam dan berbahaya untuk di konsumsi. Jangan coba-coba untuk merebus telur, apalagi menyendok airnya untuk menyeduh kopi.

Namun, bukan berarti manusia belum pernah menjelajahi permukaannya. Tahun 1970-an, seorang peneliti Universitas Auckland bernama Ron Keam pernah melakukan survei batimetri di atas Frying Pan Lake dengan menggunakan perahu kayu khusus bernama Maji Moto.

Makhluk hidup tahan panas

Di tepian danau tumbuh banyak ganggang biru dan hijau. Jika bersentuhan dengan air, ganggang ini akan memproduksi keratin yang biasanya terlihat berwarna jingga dan bermanfaat untuk melindungi kelangsungan hidupnya dari bahaya sinar ultraviolet.

Selain itu, ada banyak mikroorganisme termofilia (senang dengan suhu panas) yang mampu bertahan di suhu ekstrim. Sebagian besar mikroorganisme yang terdapat pada Danau di sebut-sebut sudah menghuni Bumi sejak awal.

Jika Anda berkunjung ke Waimangu, ada banyak atraksi wisata alam yang dapat di kunjungi selain Danau Penggorengan di atas.

Anda juga dapat mengunjungi Emerald Pools, Warbrick Terrace dan danau air panas lain yang di juluki Inferno Crater (Kawah Neraka) karena memiliki suhu mencapai 74 derajat Celsius.

Bagi yang ingin melihat Danau ini beserta titik-titik tujuan wisata lain di Waimangu, Anda bisa berpetualang sendirian sembari melihat geyser, danau, kawah vulkanis, spesies burung, tanaman dan lainnya.

Pengelola juga turut menyediakan rute pejalan kaki yang mengakomodir seluruh atraksi di Lembah Waimangu.

Sumber gambar utama: Janko Luin (Flickr)