close

Shani Shingnapur, Mengenal Desa Tanpa Pintu Di India

shani shingnapur india

Sekitar 300 kilometer dari sebelah timur Kota Mumbai, terdapat sebuah desa terpencil bernama Shani Shingnapur yang bebas dari berbagai tindak kriminal.

Saking “bebasnya”, penduduk desa ini memilih untuk tidak memagari dan menempelkan pintu pada rumah mereka.

Gambar utama: Shashank Bengali (latimes.com)

Kendaraan seperti mobil dan sepeda motor juga sama sekali tidak di kunci. Para penjaga toko nyaris tidak pernah mengunci laci uang dan mesin kasir mereka, bahkan ketika toko sudah berhenti beroperasi pada malam hari.

Para ibu rumah tangga pun menyimpan perhiasan berharganya di dalam kotak terbuka.

Rumah warga di Shani Shingnapur tidak di bekali dengan pintu. Hanya ada bingkai kayu yang biasa di gunakan sebagai palang penempel tirai untuk melindungi privasi pemilik rumah.

shani shingnapur india - gambar 3

Sumber: unsolvedmysteriesindia.blogspot.co.id

Mereka meyakini, bahwa akan selalu ada yang mencegah para penjahat masuk dan mencuri barang-barang kepunyaan mereka.

Selain itu. mereka juga mempercayai bahwa jika ada yang berani mencuri sesuatu dari tempat, akan mendapat murka dari Shani, salah satu Dewa dalam kepercayaan Hindu yang terkenal akan sifat pemarahnya dan suka membalas dendam kepada mereka yang berbuat jahat.

Karena takut jika harus membayar mahal atas dosa-dosa mereka, maka para penjahat tidak pernah masuk ke Shingnapur selama 300 tahun belakangan.

Legenda mengatakan, beratus-ratus tahun silam, pasca periode hujan lebat dan banjir berkepanjangan, seonggok lempengan batu hitam di temukan terdampar pada tepian sungai yang mengalir melalui wilayah desa tersebut.

Saat penduduk setempat menyentuh batu, konon, darah mulai mengalir. Kemudian, kepala desa Shingnapur mendapat mimpi bahwa Dewa Shani berbicara langsung kepadanya dan menceritakan bahwa batu tersebut adalah representasi dari Dewa sendiri.

shani shingnapur india - gambar 1

Sumber: svsaibaba.blogspot.co.id (pintu masuk ke kuil)

Dewa Shani menyuruh para penduduk untuk menjaga batu itu agar tetap berada di desa mereka, karena Ia berkehendak untuk bersemayam di tengah-tengah Shingnapur, dan menjaga para warga. Namun, batu ini haruslah di letakkan pada tempat terbuka supaya Ia dapat mengawasi seisi desa.

Keesokan hari, para penduduk menyeret batu tersebut ke tanah kering dan meletakkannya pada wadah tanpa atap di tengah-tengah desa. Mereka juga memutuskan untuk mencabut semua pintu dan membuang kuncinya.

Karena Dewa Shani sudah berjanji untuk mengawasi mereka, maka warga tidak lagi membutuhkan pintu untuk melindungi barang-barang berharga. Tradisi ini terus berlanjut sampai sekarang.

shani shingnapur india - gambar 2

Sumber: shanishinganapur.com

Bertahun-tahun kemudian, ceritanya terus menyebar luas hingga ke luar Shingnapur.

Penduduk dengan bangga menceritakan tentang bagaimana pencuri mencoba untuk menyelinap di malam hari lalu mencoba untuk kabur, namun malah tetap berada di desa hingga esok hari.

Rupanya, para pencuri terus berjalan mengitari desa membentuk lingkaran. Ada cerita penduduk lain mengatakan, seorang warga pernah memasang pintu lalu mengalami kecelakaan mobil tidak lama setelah itu.

Desa tanpa pintu Shani Shingnapur masih asing terhadap dunia luar. Barulah pada tahun 1990-an, sebuah film Bollywood menampilkan profil desa dan menceritakan sisi unik. Film itu berhasil mengangkat pamor Shingnapur, menyebabkan ribuan turis serta peziarah berbondong-bondong mengunjunginya.

Tidak sepenuhnya bebas

Namun, ceritanya ternyata berseberangan dengan apa yang di sampaikan oleh sebagian warga.

Menurut mereka, kesan “bebas dari tindak kejahatan” yang di alamatkan kepada desa tersebut hanyalah “trik pemasaran” belaka untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Mereka mengakui bahwa tindak kejahatan kelas teri dan pencurian terjadi sepanjang waktu, namun para pejabat kuil setempat lebih memilih untuk menutupnya rapat-rapat.

Ketika seorang wartawan mengunjungi Kantor Polisi Sonai yang masuk dalam administrasi Shingnapur, ia menemukan bahwa dalam enam tahun terakhir, ada 46 kasus kriminal telah di laporkan oleh warga, di mana 11 di antaranya merupakan tindak pencurian.

Tindak pencopetan juga kerap terjadi di sekitar wilayah sekitar kuil namun warga enggan melaporkannya.

Fakta bahwa desa kini memiliki kantor polisi sendiri adalah bukti bahwa kasus kriminal di desa tersebut juga sudah masuk dalam level yang mengkhawatirkan.

Pelaporan kasus kriminal pertama terjadi di tahun 2010, di mana sejumlah besar uang tunai dan perhiasan senilai total 35.000 rupee (6,9 juta rupiah) di curi dari dalam sebuah mobil. Kemudian, pada tahun 2011, uang tunai dan benda berharga yang d ititipkan pada seorang mantan juru kunci kuil, di gondol oleh maling.

Pada Januari 2012, sebuah ornamen emas ikut di curi dari dalam bangunan kuil.

Pemasangan sistem keamanan

Perlahan, citra Shani Shingnapur sebagai desa bebas kriminal pun mulai memudar. Ketika sebuah bank mendirikan cabang di sana, mereka memasang pintu depan Plexiglass berbahan kaca tanpa gembok untuk menghormati tradisi setempat.

Namun, pintu tersebut tetap di kunci dengan sistem elektromagnetik yang di kendalikan dengan sebuah remote. Pengelola hotel dan toko-toko juga memasang pintu geser yang tersembunyi di belakang tembok sehingga menciptakan ilusi masuk tanpa pintu.

Pengelola kuil juga kini mempekerjakan pengawal untuk memeriksa barang bawaan peziarah dan memasang kamera pengintai. Kotak donasinya juga kini telah di beri gembok.

Para warga dan juru kunci kuil mencoba untuk terus mempertahankan citra desanya sebagai tempat yang masih minim dengan tindak kriminal.

Mereka berdalih, pengamanan polisi dan pengawal di tujukan untuk mengatur kerumunan, dan bukan untuk mengawasi tindak kejahatan.

Beberapa warga bersikukuh bahwa Shingnapur masih tetap menjadi desa yang tidak mengalami tindak kriminal, dan mengklaim bahwa kantor polisi di sana adalah satu-satunya yang tidak memiliki pintu masuk di seluruh penjuru India.