close

Ini Danau Magadi, Sumber Soda Abu Alami Terbesar Di Afrika

danau magadi

Danau Magadi terletak di Great Rift Valley, Kenya selatan. Danau ini berada di tengah-tengah gumpalan mineral besar yang hampir seluruhnya tersusun dari kandungan soda padat atau setengah padat.

Kandungan Mineral Danau Magadi

Danau air asin ini memiliki sifat alkali. Rentang wilayahnya memiliki luas sekitar 100 kilometer persegi dan mengandung banyak natrium karbonat air asin jenis padat. Kandungan mineral tersebut mengendap dalam volume besar dan menyisakan banyak residu hasil penguapan berupa natrium seskuikarbonat.

Natrium seskuikarbonat sendiri merupakan bahan baku untuk pembuatan natrium karbonat (sering juga di sebut dengan soda abu).

danau magadi - gambar 1

Sumber: David Orgel (Flickr)

danau magadi - gambar 2

Sumber: Ninara (Flickr)

Di beberapa titik, kandungan garam dapat mencapai ketebalan 40 meter. Sisa mineral ini di kumpulkan dan di murnikan oleh Perusahaan Soda Magadi.

Hasil soda abu yang mereka kumpulkan, kemudian di jual ke berbagai industri yang selanjutnya akan di olah menjadi berbagai jenis barang. Olahan soda abu Magadi banyak di pakai oleh pabrikan kaca, pewarnaan tekstil dan produksi kertas.

Danau Magadi adalah satu dari beberapa tempat di dunia yang membentuk residu hasil penguapan berupa mineral abu-abu (trona) secara alami. Danau ini juga di kenal sebagai sumber mineral soda abu alami terbesar di benua Afrika.

Mineral di Danau Magadi terbentuk oleh bahan kimia seperti natrium karbonat, lalu di serap oleh bebatuan beku yang berada di sekitaran lembah gunung berapi.

Kandungan tersebut kemudian mengalir secara alami melewati dinding lembah dan di angkut menuju palung danau dengan bantuan aliran air panas di tepi danau. Ketika kandungan mineral tersebut melakukan kontak dengan karbon dioksida, campurannya akan mengendap dan menjadi garam natrium karbonat.

Danau ini berada di ketinggian terendah Lembah Rift, yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air andalan warga setempat. Di sekitarnya terdapat batuan vulkanik yang mudah roboh.

danau magadi - gambar 3

Sumber: Lynne (Flickr)

danau magadi - gambar 4

Sumber: David Orgel (Flickr)

Tidak ada sungai yang secara permanen mengaliri danau ini dan hanya dapat di airi ketika terjadi hujan dengan intensitas pendek dan panjang. Hujan semacam ini sering di alami daerah selatan Kenya dan sekitarnya.

Kondisi panas dan gersang membuat suhu permukaan di sekitar danau bisa menukik tajam hingga setinggi 80 derajat Celsius, sehingga memunculkan mata air panas di sepanjang tepian.

Selama musim hujan, lapisan air garam akan mengendap dengan ketebalan sekitar satu meter. Endapan ini menutupi hampir seluruh permukaan danau air asin tersebut.

Namun karena suhunya yang ekstrim, endapan ini menguap dengan cepat dan meninggalkan garam putih padat. Garam ini bisa di pecah menjadi garam halus sehingga dapat di manfaatkan sebagai penyedap rasa.

danau magadi - gambar 8

Sumber: Ninara (Flickr)

Pemerintah Kota Magadi sendiri terletak di tepi timur danau tersebut. Kota tersebut juga merupakan rumah bagi Pabrik Soda Magadi. Sekitar seribu orang warga tinggal di sana.

Belakangan ini, pemerintah Kenya mengembangkan dan memfasilitasi kota tersebut dengan beragam akomodasi wisata tambahan untuk meningkatkan kenyamanan turis. Para pengunjung juga di sediakan tenda kanvas dengan pendingin udara, yang mana berfungsi sebagai hotel.

Wikipedia mencatat, awalnya Danau Magadi tidak terlalu asin. Beberapa ribu tahun silam (pada masa Pleistosen akhir hingga pertengahan Holosen), cekungan Magadi menyimpan pasokan air tawar yang menjadi rumah bagi banyak spesies ikan.

Sisa-sisa spesies ekosistem Magadi masih terlihat di High Magadi Beds. Ilmuwan juga telah menemukan banyak bukti bahwa sebelum era Pleistosen, ada banyak danau yang ukurannya jauh lebih besar daripada Danau ini.

danau magadi - gambar 5

Sumber: Stig Nygaard (Flickr)

danau magadi - gambar 6

Sumber: Jim Fruchterman (Flickr)

danau magadi - gambar 7

Sumber: Ninara (Flickr)

Ukuran Magadi pada saat itu juga jauh lebih besar daripada yang sekarang. Seperti pada masa pra-Pleistosen, Danau Magadi juga terhubung dengan Danau lainnya yaitu Natron.

Sumber: Amusingplanet.com