close

Curug Citambur dan Syahdunya Alam Merayu

curug citambur cianjur

Jawa Barat memang memiliki banyak keindahan alam yang belum tereksplorasi, salah satunya adalah Curug Citambur. Air terjun ini mungkin tidak setenar Curug Cimahi, tapi jelas tidak akan kalah keindahannya.

Jika Anda suka dengan wisata air, Citambur bisa di jadikan destinasi baru yang harus segera di datangi.

Gambar utama: Iqbalputra.wordpress.com

Asal Mula (Sejarah)

Seperti wisata alam serupa yang memiliki asal usul istilah, curug ini juga memiliki sejarah unik. Malah, ada dua latar belakang.

Yang paling umum adalah karena debit airnya tinggi dan deras, timbulah suara aliran bergemuruh seperti suara tambur. Oleh sebab itu, penduduk sekitar menamai demikian.

curug citambur cianjur - gambar 1

Sumber: Indonesia-tourism.com

Selain cerita tersebut, ada juga sebuah legenda yang juga berhubungan. Menurut leluhur, Citambur dulu merupakan tempat pemandian sekaligus bersemedi bagi Prabu Tanjung Anginan. Berdasarkan cerita itu pula, lokasi curug sebagian besar masih berada di kawasan Kerajaan Tanjung Anginan.

Acap kali sang prabu hendak mandi, punggawa-punggawanya akan menabuh tambur bersahut-sahutan.

Walaupun menarik, bisa jadi kisah terakhir, tidak lebih legenda yang sering di ceritakan para leluhur kepada anak cucunya sebagai pengantar tidur.

Sejauh ini, tidak ada bukti nyata tentang keberadaan kerajaan tersebut di masa lampau.

Benar atau tidaknya kedua sejarah tidaklah lagi penting, sebab kisah-kisah itu telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk datang dan melihat langsung air terjun.

Karakter alam Curug Citambur

Setiap curug pasti memiliki karakter alam yang unik dengan strukturnya sendiri. Demikian pula curug Citambur ini.

Tentu Anda tidak dapat bermain di bawah arus air karena debit airnya lumayan deras. Pakaian bisa benar-benar basah walaupun berada pada radius jauh. Selain itu, kondisinya memang tidak memungkinkan bagi kita untuk mendekat.

curug citambur cianjur - gambar 2

Sumber: Panoramio.com

Tingginya mencapai 130 meter, mengalir ke muara yang tidak begitu lebar, berundak turun dan terus melandai.

Di sekeliling muara terdapat rumput hijau bergelombang, di sertai bebatuan besar tertutup lumut, yang akan semakin tinggi ketika semakin dekat dengan curug.

curug citambur cianjur - gambar 3

Sumber: Bankitwangi.com

curug citambur cianjur - gambar 4

Sumber: Backpackerjakarta.com

Benar-benar licin dan curam. Pengunjung biasanya menikmati keindahan sekitar dari dataran yang berada di tengah atau bawah tetapi tidak di dekat ke curug secara langsung.

Dinding tebing tinggi yang tertutup dengan lumut dan tanaman tumbuh merambat layaknya permadani, juga bisa Anda saksikan di sini.

Pepohonan tumbuh alami di lembah-lembah, menambah kesan “perawan” pada karakter alam Citambur.

Lokasi dan akses

Curug ini masuk ke dalam wilayah Cianjur Selatan (Berada di perbatasan antara Cianjur dan Ciwidey). Tepatnya di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Jika berangkat dari Bandung, Anda hanya perlu mengambil jalur ke arah Ciwidey hingga melewati wisata alam Kawah Putih dan pemandian air panas Cimanggu, serta perkebunan teh dengan jalan berkelok-kelok.

Saat menemukan kantor kecamatan Rancabali, belok ke kanan menuju perkebunan teh Sinumbra. Di butuhkan kira-kira satu setengah jam dari kecamatan tersebut menuju Karang Jaya. Semakin mendekati desa, jalanannya akan semakin jelek.

Di sarankan untuk tidak menggunakan kendaraan yang pendek seperti sedan untuk melewati medan seperti ini.

Setelah menemukan kantor Desa Karang Jaya, pengunjung akan menemukan pintu masuknya.

Kendaraan dapat di parkir pada lahan yang telah tersedia. Dari gerbang, kita masih harus berjalan kaki sejauh 200 meter. Hati-hati, jalannya sering kali licin terutama saat musim penghujan.

Untuk masuk ke kawasan wisata, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar 3.000 rupiah per orang, biaya parkir motor 2.000 rupiah serta parkir mobil 5.000 rupiah saja.

Walaupun belum terkelola secara maksimal, objek wisata ini sudah di lengkapi beberapa fasilitas umum seperti toilet dan musholla, lahan parkir luas serta beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman.

Kegiatan favorit wisatawan

Seperti sudah di sebutkan sebelumnya, karena kondisi alam yang di penuhi oleh bebatuan dan lahan curam, Anda jelas tidak dapat bermain air di bawah aliran arus. Tetapi bukan berarti, kita tidak bisa apa-apa.

Sebagian besar pengunjung sangat betah untuk duduk berlama-lama sembari menikmati pemandangan, suara debur, dan udara yang sejuk. Mereka biasa membawa alas duduk dan datang secara rombongan.

Tentu saja, karena suasananya yang luar biasa, tempat ini juga bisa menjadi spot berfoto yang sangat bagus, very instagramable kalau menurut anak muda zaman sekarang.

Di samping itu, beberapa wisatawan suka berpiknik sendiri. Mereka memesan makanan dan minuman dari warung terdekat atau membawa bekal, lalu menikmatinya di sekitaran lembah bawah yang tidak terlalu curam dan basah.

Membayangkan saja rasanya sudah nikmat sekali.

Tips untuk Pengunjung

Agar dapat menikmati suasana alam dengan maksimal, silakan ikuti beberapa anjuran berikut:

  • Sampai di lokasi saat makan siang atau sore hari adalah waktu yang tepat.
  • Cuaca cukup dingin terutama ketika musim hujan. Oleh karena itu, pengunjung sebaiknya mengenakan pakaian hangat tetapi memungkinkan untuk bergerak dengan leluasa.
  • Jika ingin melihat curug lebih dekat, sebaiknya bawa pakaian ganti kalau-kalau basah.
  • Gunakan alas kaki yang tidak licin dan tidak bermasalah saat basah sehingga Anda lebih bebas menjelajah.
  • Jangan membuang sampah sembarangan. Kumpulkan ke dalam kantong dan buanglah nanti.
  • Jangan bercanda di pinggir bebatuan curam karena bahaya terpeleset. Banyak bebatuan di aliran air, yang bisa menyebabkan cidera kalau jatuh di atasnya.
  • Berangkatlah menggunakan kendaraan selain sedan yang akan merespon lebih baik terhadap jalan yang cenderung basah, becek dan tidak bagus. Naik motor lebih di rekomendasikan walaupun lebih capek karena perjalanannya jauh.

Kesimpulannya, Citambur bisa menjadi alternatif baru untuk kita kunjungi. Belum ramai dan memiliki struktur alam unik dan masih sangat asri.

Perjalanannya memang cukup jauh dan harus “blusukan” dahulu, namun semua itu akan terbayarkan. Dengan banyak lokasi strategis untuk pengambilan gambar, Curug Citambur menjanjikan beragam hal yang sulit di tolak.