close

Memukau, Curug Bugbrug Menghadirkan Suasana Romantis

curug bugbrug bandung

Di bandingkan dengan wisata kuliner dan belanjanya, wisata air di Bandung memang tidak terlalu terkenal. Jika Dusun Bambu Cisarua dan Tebing Keraton di anggap sudah biasa, Curug Bugbrug patut Anda jadikan destinasi travelling selanjutnya.

Keindahannya masih asli, berudara segar dan lokasinya sedikit tersembunyi. Membutuhkan sedikit usaha untuk bisa mencapai dan menikmati keindahannya.

Gambar utama: Ashadinatha.wordpress.com

Istilah dan karakter alam

Dalam bahasa Sunda, kata ngabugbrug berarti bertumpuk-tumpuk atau bertubi-tubi. Kata tersebut memang pas menggambarkan karakter alamnya.

Berada pada ketinggian 1.050 dpl, Bugbrug mencurahkan air cukup tinggi menuju telaga kecil yang tampak selalu tenang. Pada saat debit airnya meningkat, memang terlihat seperti bertumpuk.

curug bugbrug bandung - gambar 1

Sumber: Ashadinatha.wordpress.com

Mungkin itulah sebabnya, di namai demikian. Selain keunikan istilah, air terjun ini juga memiliki latar belakang sejarah menarik. Konon, Bugbrug terbentuk dari lava gunung berapi yang telah membatu jutaan tahun lalu.

Di belakang limpahan air, dinding tebing terpenuhi berbagai tanaman yang merambat liar. Semakin mendekati curahannya, tanaman ini semakin banyak dan rimbun, tentunya itu menambah nilai dramatis pada komposisi alam dan sangat segar saat kita pandang.

Baca: 12 air terjun terindah di Indonesia wajib Anda sambangi

Di kanan dan kirinya pula, tanaman rambat ini akan semakin jarang dan mulai menampakkan warna alami dinding tebing, yakni kelabu kecoklatan.

Telaga di bawahnya juga di kelilingi oleh tanah landai dengan rumput menghijau, memberikan tempat bagi pengunjung untuk sekadar merendam kaki atau bermain air di tepian telaga.

curug bugbrug bandung - gambar 2

Sumber: Sebandung.com

Suara air melimpah, kesejukan udara, bisikan angin di sela-sela pohon dan tanaman rimbun yang mengelilingi, memang sangat potensial untuk membuat wisatawan merasa syahdu dan romantis. Bahkan saat debit air rendah, curug ini tetap memiliki pesona tidak terbantahkan.

Telaga tersebut memiliki kedalaman tiga hingga empat meter, yang sebenarnya cukup ideal untuk berenang. Sayang, di bawah permukaan airnya terdapat pusaran air yang cukup kuat. Itulah sebabnya Anda dilarang untuk berenang ke tengah telaga. Tetapi bermain di sekitar tepian masih di perbolehkan.

Tepat pada sisi Timur curug, pengunjung akan menemukan sekelompok bebatuan dalam berbagai ukuran yang dapat di duduki.

Tempat ini menjadi salah satu area favorit bagi para pengunjung dan backpacker untuk selfie. Selain memberi latar belakang dalam kondisi terbaik, sudut dari bebatuan memang menunjukkan sisi keindahan optimal dari curug.

Kawasannya juga cenderung sepi bahkan pada musim liburan, karena belum begitu di kenal oleh wisatawan.

Lokasi Curug Bugbrug

Untuk sampai kemari, kita harus menempuh perjalanan panjang, tidak sulit memang tetapi juga tak mudah. Berada di desa Kertawangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat, jaraknya cukup jauh dari pusat kota.

Ada tiga akses, bisa Anda gunakan untuk mencapai air terjun. Jalur Curug Cimahi adalah pilihan pertama.

Pilihan kedua adalah melalui Villa Istana Bunga. Namun, jalur terfavorit adalah Komando. Jalur tersebut juga di kenal sebagai pos pendakian bagi para pendaki Gunung Burangrang.

curug bugbrug bandung - gambar 3

Sumber: Rianasoge.blogspot.com

Jalur Komando hanya dapat di capai menggunakan motor. Sesampainya di sana, pengunjung masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit. Catatan: motor bisa Anda titipkan di sekitar lokasi (rumah penduduk).

Untuk melanjutkan perjalanan, Anda harus siap mendaki. Regangkan otot terlebih dulu agar tidak cidera, kemudian lanjutkan dengan pendakian.

Jalur ini menawarkan pesona Burangrang dari dekat. Pengunjung akan melewati perumahan dan kebun-kebun milik penduduk setempat.

Di awal jalur, wisatawan akan menemukan sebuah pipa besar yang biasa di gunakan sebagai tempat selfie dan cukup populer di kalangan pengunjung curug. Jangan takut tersesat, karena warga sekitar akan dengan senang hati memberi petunjuk jalan.

Setibanya di lokasi, setiap pengunjung memang akan di minta untuk membayar biaya masuk. Tidak mahal,

Harganya sebesar 5.000 rupiah setiap orang.

Untuk pemandangan dan keaslian alam yang luar biasa, biaya tersebut justru sangat murah. Memang belum ada pengelolaan secara profesional. Namun, hal itu juga menguntungkan, sebab kondisi alamnya akan tetap terus terjaga dan jauh dari eksploitasi.

Tips dan trik bagi wisatawan

Karena keaslian alam Bugbrug, Anda perlu mempersiapkan diri sebelum memutuskan untuk menyambangi.

Pertama, perjalanan akan cukup melelahkan, sehingga kondisi badan fit memang sangat di butuhkan.

Kedua, jika tidak terbiasa dengan mendaki dan berjalan jauh, ada baiknya untuk melakukan pemanasan sebelum menuju lokasi.

Ketiga, penting bagi kita untuk mengenakan setelan nyaman dan fleksibel untuk kegiatan luar ruangan seperti ini. Pakaian yang kami rekomendasikan adalah kaos (dapat menyerap keringat), celana pendek atau panjang khusus untuk mendaki atau berjalan jauh.

Untuk alas kaki, pengunjung bisa mengenakan sandal gunung atau sepatu olahraga.

Keempat, jangan lupa mempersiapkan baju ganti jika berencana untuk berbasah-basahan di tepian telaga.

Setiap wisatawan bertanggungjawab akan kebutuhannya sendiri. Sejak awal, persiapkan selalu bekal minum dan panganan. Biasakan pula untuk mengumpulkan sampah sisa makanan, lalu membuang pada tempatnya.

Hal ini sangat penting karena belum ada kantin dan petugas kebersihan di sekitar lokasi.

Walaupun belum terkelola secara profesional, Curug Bugbrug sudah lengkap dengan toilet dan sarana ibadah. Pengunjung juga bisa beristirahat di saung yang sudah tersedia.

Walaupun minim pengawasan, ada beberapa hal tetap harus di perhatikan. Seperti sudah di jelaskan sebelumnya, di tengah telaga terdapat pusaran air yang dapat menyeret kita hingga ke dasarnya.

Jadi, jangan pernah berenang dan cukup bermain air di pinggiran telaga.

Sejauh ini, tidak ada pengunjung yang berkemah atau menetap hingga malam, jadi pastikan untuk bertanya pada warga sekitar mengenai kemungkinan tersebut. Jangan asal saja.

Dari uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa kawasannya memang tersembunyi dan masih sangat alami.

Suasana yang begitu asri dan sepi, pastinya menawarkan ketenangan. Karakter alam dramatis membuat Curug Bugbrug benar-benar sulit terlupakan dan layak untuk masuk ke dalam daftar destinasi rekreasi berikutnya.