close

Panorama Alam Candi Ratu Boko Yang Menakjubkan

candi ratu boko

Memang tidak di pungkiri lagi bahwa Yogyakarta adalah kota dengan segudang spot wisata menarik.

Mulai dari pegunungan, pantai, hingga tempat-tempat peninggalan sejarah seperti candi. Salah satunya yang cukup populer di kalangan wisatawan adalah Candi Ratu Boko.

Gambar utama: Santanaprima.com

Candi ini memang tidak sepopuler Prambanan maupun Borobudur, tapi keindahannya sendiri sayang untuk kita lewatkan.

Kecerdasan masyarakat zaman dahulu juga bisa Anda buktikan di sini, dengan melihat peninggalan sejarahnya secara langsung mulai dari arca, ruang pembakaran dan gapura istana.

candi ratu boko - gambar 1

Sumber: Oblend.blogspot.co.id

candi ratu boko - gambar 3

Sumber: Maestrobali.com

Lokasi Candi Ratu Boko

Peninggalan sejarah ini terletak di sebelah selatan dari Candi Prambanan sejauh 3 km, sebelah timurnya Kota Yogyakarta kurang lebih 18 km, dan 50 km sebelah barat daya Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Berada di atas bukit Boko dengan ketinggian sekitar 197,75 meter permukaan laut serta memiliki luas mencapai 25 hektar.

Posisinya, persis ada di Dukuh Sumberwatu dari Desa Sambirejo dan Dusun dawung dari Desa Boko harjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta.

Sejarah singkat

Ratu Boko berdiri pada masa Panangkaran atau Wangsa Sailendra, Kerajaan Medang (Mataram Hindu) sekitar abad ke-8.

Di dalam situs bersejarah tersebut telah di temukan beragam sisa-sisa bekas bangunan, yang di duga sebagai bangunan keraton atau istana raja.

candi ratu boko - gambar 4

Sumber: Topindonesiaholidays.com

Peninggalan ini memiliki corak Hindu-Budha dan sama sekali tidak bersifat religius layaknya borobudur. Melainkan sebuah benteng dengan bentuk paritnya yang mungkin di gunakan untuk pertahanan.

Keunikan Candi Ratu Boko

Umumnya, candi di dirikan di tempat landai, tetapi jika melihat posisi Ratu Boko, candi ini justru berada pada bukit yang tinggi.

Selain itu, keunikan lainnya terlihat dari bentuk bangunan yang berupa kompleks profan (lengkap dengan gerbang masuk, pagar pelindung, adanya pendopo sebagai tempat tinggal, serta kolam pemandian).

Candi Ratu Boko juga memiliki sistem aliran air yang baik dan ini bisa terlihat dari peninggalan kolam pemandiannya.

Posisinya yang berada di atas bukit juga sangat strategis jika di lihat dari sisi keamanan, terutama dalam hal jangkauan musuh.

Area khusus wisata

Candi Ratu Boko kini telah menjadi salah satu area dengan otoritas khusus di Yogyakarta, setara dengan Prambanan dan Borobudur.

Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas di dalam areanya mulai dari restoran, trekking, paket wisata edukatif dan arkeologi, tour guide wisata, bahkan ruangan terbuka untuk tempat pertemuan (dapat menampung hingga 500 orang).

Selain itu, Anda bisa mengunjungi situs-situs lainnya yang melingkari bangunan utama yakni Candi Miri, Candi Ijo, dan Candi Baron.

Tidak lupa pula, setiap pengunjung juga dapat menikmati panorama sunset romantis nan indah untuk di saksikan dari atas bukit.

Harga Tiket Masuk

Setiap pengunjung di kenakan biaya sebesar Rp. 25.000 untuk dewasa dan Rp. 10.000 untuk anak-anak.

Menjelajahi Candi Ratu Boko

Sesampainya di lokasi, Anda bisa melihat banyak hewan rusa melintas tepat sebelum melewati gapura candi. Taman rindang, di sertai dengan pemandangan elok juga bisa Anda jumpai di sini.

Masih di kawasan wisata, kita dapat menemukan bangunan yang tercatat di dalam sejarah sebagai candi pembakaran.

candi ratu boko - gambar 2

Sumber: Wikimapia.org

Selanjutnya Anda akan melewati paseban dan pendopo istana, untuk bisa sampai di Keputren (kolam pemandian bagi keluarga raja).

candi ratu boko - gambar 5

Sumber: Acakadul.wordpress.com

candi ratu boko - gambar 6

Sumber: Ceritabayu.blogspot.co.id

candi ratu boko - gambar 7

Sumber: Pegipegi.com

Perjalanan akan berakhir saat Anda menemukan Goa Istana (pada masa itu berfungsi sebagai lokasi semedi).

Goa tersebut terdiri dari dua bagian yaitu Goa Lanang yang artinya laki-laki dan Wadon (perempuan) dalam bahasa jawa.

Di kenal dengan istilah Wadon, karena adanya penemuan relief Yoni yang menggambarkan jasad perempuan di depan pintu.

Sedangkan untuk Goa lanang, di temukannya relief Lingga sebagai simbol laki-laki berada di atas bukit.

Kedua simbol ini, di artikan sebagai lambang kesuburan. Dengan harapan Goa ini bisa menjadi tempat yang paling subur.