close

Sejarah Batu Pasir Raksasa Penipu Di Australia Utara

batu pasir raksasa

Salah satu ikon alam Australia paling terkenal adalah sebuah kumpulan batu pasir besar yang di sebut Ayer’s Rock atau Uluru.

Terletak sekitar 450 kilometer jauhnya dari Alice Springs di negara bagian Northern Territory. Setiap tahunnya, lebih dari seperempat juta wisatawan berbondong-bondong datang dengan kendaraan pribadi untuk mengunjungi batu raksasa itu.

Gambar utama: Tripschannel.com

Serupa tapi tak sama

Selain Ayer’s Rock, ada juga “saudara kembar” yang di beri nama Kata Tjuta. Sepanjang perjalanan, pelancong akan menemui beberapa titik di mana mereka dapat melihat siluet gunung berbatu besar di atas cakrawala.

Bagi yang belum terbiasa, kita akan menganggap pemandangan tersebut sebagai Uluru itu sendiri. Padahal sebenarnya bukan.

batu pasir raksasa - gambar 1

Sumber: Bas (Flickr)

Jika sudah beberapa kali berkunjung kesana, Anda akan menyadari bahwa gunung bebatuan ini bukanlah Uluru karena siluetnya saja sudah jauh berbeda.

Pegunungan bebatuan yang di maksud adalah Mount Conner. Gunung tersebut sering di juluki sebagai “Fooluru” (atau Fuluru) karena kerap membuat wisatawan tertipu.

Terletak 100 kilometer dari wilayah dataran bebatuan yang di jadikan atraksi wisata.

batu pasir raksasa - gambar 2

Sumber: Claudio Jofré Larenas (Flickr)

Seperti halnya Uluru, Mount Conner juga di anggap sebagai contoh paling terkenal dari fenomena Inselberg atau “gunung pulau” yang terbentuk akibat erosi dari strata bebatuan lunak di sekitarnya.

Pembentukan terjadi karena adanya bantuan dari lapisan pelindung keras  yang terdiri atas bebatuan granit.

Jika Uluru memiliki puncak melengkung, maka gunung ini memiliki puncak datar dengan bentuk menyerupai tapal kuda. Ketinggiannya berkisar 300 meter, sedikit lebih pendek ketimbang Uluru (348 meter) di mana 90 meter terdiri atas tebing vertikal tebal.

Sementara dua pertiga bagiannya memiliki bentuk miring yang mengarah ke wilayah gurun. Inilah mengapa penduduk setempat keheranan setiap kali ada wisatawan, menganggap keduanya sama.

Berada di tanah milik swasta

Ada satu hal yang membuat kepopuleran Mount Conner kalah jauh dari batu pasir raksasa. Itu karena lokasinya yang terletak di tanah milik swasta. Anda boleh-boleh saja memandangi dari jauh, namun jika ingin mendekat, Anda harus membayar tiket masuk.

batu pasir raksasa - gambar 3

Sumber: Nick Cloke (Flickr)

Kebanyakan wilayah di sekitar Uluru berfungsi sebagai taman nasional. Ada pula tanah yang di kuasai oleh Central Lands Council, sebuah dewan perwakilan masyarakat Aborigin di wilayah Alice Springs dan negara bagian Northern Territory Australia.

Lokasinya paling dekat dengan Taman Nasional Uluru dan Kata Tjuta. Tanah tersebut masuk ke dalam properti Curtin Springs Station yang di kuasai oleh keluarga perternak kaya bernama Severin.

Ketika keluarga Severin mengontrak tanah dan properti tersebut, Uluru belum terkenal sebagai destinasi wisata, dan hanya ada segelintir pelancong, rela bersusah payah melewati jalanan tak beraspal untuk sampai kesana.

Beberapa tahun pertama, keluarga Severin mengalami kondisi berat karena kesulitan akses transportasi dan kurangnya curah hujan. Setelah mendapat berkah curah hujan dalam tingkat relatif kecil, wilayah tersebut tidak lagi mengalami hujan selama tujuh tahun kemudian.

batu pasir raksasa - gambar 4

Sumber: Audleytravel.com

Beruntung, keluarga itu memutuskan untuk bertahan. Mereka menghasilkan pendapatan dengan menjual teh kepada para pengunjung yang melewati perumahan mereka.

Kini, Curtin Springs Station menjadi tempat beristirahat yang ramai dan sibuk. Di sana terdapat banyak penginapan, tempat pengisian bahan bakar, toko kelontong, bar, dan tempat makan.

Selain Mount Conner, ada juga atraksi wisata lain yakni Lake Swanson. Danau air asin ini kerap tertutupi oleh kerak garam berukuran tebal berwarna merah muda (itu menandai kehadiran spesies alga dan mikroorganisme).