close

Asal Usul Menarik Kota Pulau Sviyazhsk di Rusia

kota pulau sviyazhsk

Ketika Ivan the Terrible, Putra Mahkota Moskow dan Tsar pertama Rusia naik tahta di pertengahan abad ke 16, ia memutuskan untuk mengakhiri perseteruannya dengan sebuah negara yang sudah berlangsung lama.

Negara itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kekhanan Kazan yang berbentuk negara Tatar (bersuku bangsa dengan jumlah 10 juta jiwa) yang luasnya mencakup wilayah Bulgaria di Sungai Volga.

Pemerintahannya di pimpin oleh keturunan langsung dari Genghis Khan dan menariknya, negara ini sempat pula merangsek masuk ke Siberia sesudah menguasai seluruh wilayah yang mereka lintasi dari Mongolia.

Gambar utama: Travel123.ru

Penemuan pulau yang di jadikan basis pertahanan

Baik penguasa Kazan maupun Moskow, keduanya telah banyak berkonflik selama ratusan tahun bahkan sebelum Ivan memerintah. Yang menjadi sumber perebutannya sendiri di antara kedua kerajaan adalah penguasaan lokasi strategis di sekitaran Sungai Volga.

Kazan memiliki lokasi yang jauh lebih menguntungkan karena terhubung langsung dengan Sungai Kama yang merupakan salah satu aliran air terbesar di wilayah barat Pegunungan Ural.

Selama Kekhanan Kazan belum di lumpuhkan, maka ekspansi Rusia keluar dari pegunungan Ural dan Laut Kaspia akan terus terhambat.

kota pulau sviyazhsk - gambar 1

Sumber: Dimabalakirev.livejournal.com

kota pulau sviyazhsk - gambar 2

Sumber: Tatarstanheritage.ru

kota pulau sviyazhsk - gambar 3

Sumber: Osobnyak-t.ru

Antara tahun 1545 dan 1550, Ivan mengadakan beberapa kali agresi melawan ibukota Kazan. Namun, ia tak kunjung berhasil merebutnya.

Suatu ketika sekembalinya dari perang yang gagal ia tuntaskan, pasukan Ivan memutuskan untuk berkemah di tepi Sungai Volga dekat pertemuan dengan Sungai Sviyaga, 30 kilometer dari kota Kazan.

Di sinilah Ivan melihat sebuah tanjung kecil yang di tumbuhi banyak pepohonan. Tanjung tersebut berada di tengah-tengah perairan.

Ivan the Terrible kemudian menyadari bahwa untuk menyukseskan serangan ke Kazan, ia membutuhkan sebuah lokasi yang lebih dekat ke kota ini sebagai pangkalan untuk melancarkan serangannya. Pulau tersebut menjadi solusi yang sangat tepat baginya.

Secara fisik, lokasinya mudah di akses dan tidak sulit pula untuk di pertahankan.

Letaknya yang berada di atas permukaan Sungai Volga, memungkinkan Ivan tetap mengendalikan jalur perairan dan jalan raya menuju Kazan, dan pada akhirnya, kota Kazan itu sendiri.

Pola pembangunan benteng yang unik

Selanjutnya ia memerintahkan untuk membangun sebuah benteng besar, namun tidak langsung di kerjakan pada lokasi tersebut. Karena membangun benteng di atas pulau tanjung yang dekat dengan basis musuh adalah sebuah tindakan konyol.

kota-pulau-sviyazhsk-4

Sumber: Travel123.ru

Oleh karena itu, konstruksinya di kerjakan di Uglich, 700 kilometer dari hulu Sungai Volga. Di sana, para insinyur Ivan bisa merancang, membangun dan menguji coba konstruksi secara tenang tanpa adanya gangguan dari musuh.

Setelah menyelesaikan pola akhirnya, para pekerja kemudian menandai setiap potongan kayu, membongkar susunan benteng, lalu mengirimnya lewat aliran sungai.

Di mulut Sungai Sviyaga, potongan kayu tadi di kumpulkan dan di susun kembali layaknya Lego hingga utuh seperti sediakala. Ukurannya jauh melebihi Istana Kremlin di Moskow.

Benteng tersebut boleh di katakan sebagai sebuah kota kecil lengkap dengan tembok, menara, gerbang dan rumah bagi warga sipil, serta gereja. Penyusunannya hanya memakan waktu empat minggu, berkat konsep “Lego” yang telah di atur sebelumnya.

Karena kelengkapan inilah, warga di sekitar pulau tanjung ramai-ramai pindah ke dalam benteng dan mendesak Ivan the Terrible untuk menganugerahkan kewarganegaraan Rusia kepada mereka. Sebagai imbalannya, penduduk setempat bersumpah setia kepada sang Tsar.

Ivan kemudian menamai kota pulau tersebut sebagai Sviyazhsk, yang mana fungsinya adalah sebagai basis pertahanan dan peluncuran pasukan untuk mengepung kota Kazan.

Setelah berhasil melumpuhkan pemerintah Kekhanan Kazan, Sviyazhsk tetap berdiri dan tumbuh sebagai titik terluar Kekristenan Ortodoks Rusia dan pusat kebudayaan Rusia bagi etnis-etnis Eurasia di sekitarnya.

Masa-masa tersuram kota pulau Sviyazhsk di Rusia di mulai pada paruh pertama abad ke 20, ketika kaum Bolshevik yang beraliran Komunis berhasil menggulingkan pemerintah Tsar Nicholas II lewat Revolusi Oktober. Mereka menghancurkan sekitar setengah dari bangunan gereja yang ada di pulau tersebut.

Sisa bangunan dan biara di alih fungsikan menjadi sel tahanan kerja paksa. Pada era Joseph Stalin, bangunan itu malah di jadikan penjara Gulag.

Restorasi pulau dan menjadi situs warisan dunia

Puncaknya pada tahun 1957, seluruh area Sviyazhsk di tutupi oleh banjir. Hampir tiga perempat dari wilayah kota pulau ini di telan oleh air, dan hanya menyisihkan pusat kotanya saja.

Sviyazhsk kemudian berubah menjadi pulau kecil yang di hubungkan ke daratan melalui jalan berkelok-kelok. Populasinya menurun dari yang tadinya 2000 orang, kini hanya tersisa 250 saja.

kota pulau sviyazhsk - gambar 5

Sumber: Vershinatur.com

Untungnya pada tahun 1960, Sviyazhsk di nyatakan sebagai monumen sejarah dan kebudayaan Rusia, serta masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

Kota bersejarah tersebut saat ini sedang di hidupkan kembali lewat restorasi dan pembangunan rumah penduduk baru. Promotor setempat juga kerap menawarkan Sviyazhsk sebagai salah satu destinasi wisatanya.